Notification

×

Iklan

Iklan

contoh-banner-di-tribunpasundan-1

News Ticker

Untuk kerjasama dan iklan di TribunPasundan.com , silahkan hubungi 0857-1857-1347

Warga Boyolali Ciptakan Inovasi Energi Terbarukan: Mengubah Limbah Peternakan dan Gulma Jadi Biogas

Jumat, 14 November 2025 | November 14, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-11-14T08:34:49Z

Warga Boyolali Ciptakan Inovasi Energi Terbarukan: Mengubah Limbah Peternakan dan Gulma Jadi Biogas

 

Jakarta, TRIBUNPASUNDAN.com— Pengembangan energi terbarukan kini semakin mudah diakses dan dikembangkan oleh masyarakat. Sumber energi tersebut bahkan dapat berasal dari materi yang sebelumnya dianggap tidak bernilai, seperti limbah kotoran sapi dan kambing, hingga tanaman liar seperti eceng gondok.


Inovasi yang transformatif ini berasal dari Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Melalui pembinaan dari PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, masyarakat di wilayah tersebut berhasil mengembangkan potensi energi terbarukan.


Haryono, Pendamping Kelompok Pandawa Patra, mengungkapkan bahwa limbah ternak yang tidak termanfaatkan sebelumnya menjadi masalah utama bagi masyarakat. Oleh karena itu, Kelompok Pandawa Patra bersinergi dengan Pertamina untuk mengolah limbah peternakan menjadi biogas.

“Kita sudah manfaatkan untuk kompor. Jadi, mengubah yang sebelumnya menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) diganti dengan biogas. Sudah bisa dimanfaatkan, namun setelah riset, limbah tersebut kita kombinasikan dengan kotoran kambing, hasilnya lebih bagus,” ungkapnya dalam program Squawk Box CNBC Indonesia, Jumat (7/11/2025).


Haryono menjelaskan, dalam waktu tiga bulan, kelompok tersebut mampu mengolah sekitar 370 karung limbah peternakan yang kemudian dikonversi menjadi biogas.

Selain fokus pada pengolahan limbah menjadi biogas, anggota Kelompok Pandawa Patra, yang sebagian di antaranya adalah penyandang disabilitas, juga dilatih untuk melakukan proses peternakan yang lebih baik.


“Di sini tempat teman-teman dilatih untuk peternakan yang lebih baik, cara menanam yang baik. Teman-teman belajar dan nanti praktik di rumah. Harapannya ekonomi mereka akan meningkat lagi,” tambah Haryono.

Pemanfaatan Eceng Gondok dari Waduk Cengklik

Kelompok masyarakat lainnya yang turut dibina oleh PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah adalah Pokmas Ngudi Tirto Lestari. Kelompok ini sukses mengembangkan pemanfaatan gulma eceng gondok menjadi sumber biogas.


Dalmanto, Anggota Pokmas Ngudi Tirto Lestari, menjelaskan bahwa gulma eceng gondok di Waduk Cengklik, Kabupaten Boyolali, selama ini merusak alat tangkap ikan dan keramba, bahkan menyebabkan ikan mati, yang merugikan para nelayan. Untuk mengatasi hal tersebut, Pokmas Ngudi Tirto Lestari mengambil inisiatif memanfaatkan gulma eceng gondok sebagai biogas.

“Prosesnya kita ambil batang dan daun. Akar kita pisahkan. Setelah itu kita masukkan di portable IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). Kita fermentasi selama 21 hari dan terjadi gas,” jelas Dalmanto.


Gas yang dihasilkan dari Digester kemudian dialirkan ke ban bekas untuk penyimpanan biogas. Biogas dari eceng gondok ini telah berhasil digunakan untuk memasak dengan disambungkan ke kompor.

“Setelah kita mendapatkan ilmu dari Pertamina Patra Niaga bagaimana eceng gondok ini bermanfaat, kita mendapatkan ilmu, kita olah menjadi listrik dan pupuk,” tuturnya.


Aviation Fuel Terminal (AFT) Manager Adi Sumarmo, Hendra Permana Hermanto, membenarkan bahwa gulma eceng gondok memang menyulitkan masyarakat sekitar. Melihat permasalahan itu, pihaknya mengajak masyarakat setempat untuk mencari solusi.

“Salah satunya pemanfaatan eceng gondok untuk dijadikan biogas, kemudian dijadikan pupuk dan pupuk cair,” terang Hendra.

Ia memaparkan, gulma dari eceng gondok di Waduk Cengklik jika dibiarkan akan menyebabkan eutrofikasi dan sedimentasi, bahkan mengganggu ekosistem di bawahnya.


“Makanya kita manfaatkan dan setahun kita mengumpulkan 3.500 kilogram dari eceng gondok dan kita olah menjadi biogas,” tutup Hendra.***