Notification

×

Iklan

Iklan

contoh-banner-di-tribunpasundan-1

News Ticker

Untuk kerjasama dan iklan di TribunPasundan.com , silahkan hubungi 0857-1857-1347

Duta Mangrove Indonesia Ajak Generasi Muda ASEAN Jadi Garda Terdepan Hadapi Krisis Iklim dan Bencana Banjir

Minggu, 21 Desember 2025 | Desember 21, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-21T13:21:45Z
Duta Mangrove Indonesia 2025, Zaklyyah Amirah Zulika

TRIBUNPASUNDAN.COM, JAKARTA – Duta Mangrove Indonesia 2025, Zaklyyah Amirah Zulika, mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif sebagai garda terdepan dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Fokus utama yang ditekankan adalah penyelamatan ekosistem mangrove sebagai solusi strategis menghadapi ancaman banjir dan krisis iklim yang kian eskalatif di Indonesia maupun kawasan ASEAN.

 

Dalam paparannya pada webinar bertajuk "Solidaritas Warga ASEAN dalam Menjaga Lingkungan" yang digelar pada Minggu (21/12/2025), Zaklyyah menegaskan bahwa fenomena banjir berulang di berbagai wilayah tidak boleh lagi dianggap sebagai bencana alam biasa. Menurutnya, hal tersebut merupakan dampak nyata dari kerusakan lingkungan dan lemahnya tata kelola sumber daya alam.

 

“Banjir hari ini adalah alarm keras bagi kita semua. Kerusakan hutan, alih fungsi lahan, dan degradasi mangrove telah menghilangkan perlindungan alami yang seharusnya menjaga keseimbangan lingkungan,” tegas Zaklyyah.

 

Mangrove sebagai Benteng Alam Strategis

 

Zaklyyah menjelaskan bahwa mangrove memiliki peran krusial sebagai benteng alami kawasan pesisir. Selain berfungsi sebagai penyerap karbon yang efektif, mangrove juga berperan sebagai penyangga ekosistem yang mampu meredam dampak perubahan iklim ekstrem, termasuk ancaman abrasi.

 

Namun, ia menyayangkan keberadaan mangrove yang sering kali terabaikan dalam kebijakan pembangunan. “Keberadaan mangrove masih kerap terpinggirkan oleh kebijakan yang lebih menitikberatkan pada kepentingan ekonomi jangka pendek dibandingkan keberlanjutan lingkungan,” urainya.

 

Oleh karena itu, Zaklyyah menekankan pentingnya penguatan ketahanan iklim (climate resilience) melalui kebijakan yang berpihak pada pelestarian alam serta pemulihan ekosistem yang telah rusak.

 

Peran Anak Muda dan Solidaritas Regional

 

Sebagai agen perubahan, generasi muda dinilai memiliki daya adaptasi, kreativitas, dan kesadaran sosial yang tinggi terhadap isu ekologis. Zaklyyah berpendapat bahwa keterlibatan anak muda sangat menentukan arah masa depan lingkungan global.

 

“Generasi muda bukan hanya pewaris dampak krisis iklim, tetapi juga penentu arah masa depan lingkungan. Keputusan kita hari ini akan menentukan kondisi bumi di masa mendatang,” katanya.

 

Selain peran individu, Zaklyyah juga mendorong penguatan solidaritas regional di kawasan ASEAN. Mengingat bencana lingkungan bersifat lintas batas (transboundary), kolaborasi antarnegara menjadi kunci utama dalam membangun ketahanan bersama.

 

Ia berharap isu lingkungan tidak berhenti pada tataran wacana, melainkan diwujudkan melalui aksi nyata seperti edukasi publik dan gerakan pelestarian mangrove berkelanjutan. “Anak muda harus menjadi bagian dari solusi dengan menjaga dan merawat alam,” pungkasnya.**