Notification

×

Iklan

Iklan

contoh-banner-di-tribunpasundan-1

News Ticker

Untuk kerjasama dan iklan di TribunPasundan.com , silahkan hubungi 0857-1857-1347

PNM Perkuat Sinergi Modal Finansial dan Intelektual, Tingkatkan Ketahanan Ekonomi Ultra Mikro Sepanjang 2025

Rabu, 31 Desember 2025 | Desember 31, 2025 WIB | 0 Views Last Updated 2025-12-31T09:34:30Z

 

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memberdayakan UMKM melalui Mekaar dan Kampung Madani/foto:PNM

TRIBUNPASUNDAN.COM, JAKARTA – Tantangan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia kini kian kompleks. Akses permodalan bukan lagi satu-satunya kendala; manajemen usaha yang lemah, strategi pemasaran yang terbatas, serta rendahnya literasi keuangan sering kali menjadi faktor penghambat keberlanjutan bisnis.


Menyikapi fenomena tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) sepanjang tahun 2025 memprioritaskan pendekatan pemberdayaan sebagai pilar utama dalam setiap penyaluran pembiayaan. PNM tidak hanya berperan sebagai lembaga pembiayaan, tetapi juga sebagai pendamping strategis dalam meningkatkan kapasitas intelektual dan ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya pada segmen ultra mikro.


Transformasi Melalui Program Mekaar dan Kampung Madani


Pilar utama dari inisiatif ini tercermin dalam program Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera). Program ini secara khusus menyasar kaum perempuan prasejahtera dengan metode kelompok yang memadukan dukungan modal finansial, pelatihan kewirausahaan, serta pembentukan disiplin usaha.


Langkah ini diperkuat melalui pengembangan Program Kampung Madani, sebuah model pemberdayaan berbasis komunitas. Hingga penghujung tahun 2025, Kampung Madani telah beroperasi di 20 lokasi strategis di seluruh Indonesia dan memberikan dampak positif bagi 4.603 warga. Melalui sistem klasterisasi usaha, PNM berhasil menciptakan ekosistem lokal yang solid dengan total 539 kegiatan klasterisasi yang melibatkan lebih dari 10.000 nasabah. Inisiatif ini bertujuan untuk mendongkrak kapasitas produksi serta memperluas akses pasar secara kolektif.


Akselerasi Literasi Keuangan dan Dampak Sosial


Sebagai upaya memperkokoh fondasi bisnis nasabah, PNM telah menyelenggarakan 66 program literasi keuangan dan kewirausahaan yang menjangkau lebih dari 38.000 peserta. Edukasi ini membekali para pelaku usaha dengan keterampilan perencanaan keuangan serta penguasaan strategi pasar digital agar lebih kompetitif di era transformasi teknologi.


Intervensi komprehensif ini membuahkan hasil nyata pada ketahanan finansial nasabah. Merujuk pada riset BRI Research Institute (2024), kemampuan bertahan finansial nasabah Mekaar mengalami peningkatan signifikan. Jika sebelumnya nasabah hanya mampu bertahan satu hingga dua minggu, kini ketahanan finansial mereka meningkat menjadi satu hingga dua bulan setelah memperoleh pendampingan dan modal sosial dari PNM.


Komitmen Pemberdayaan Berkelanjutan


Sekretaris Perusahaan PNM, L. Dodot Patria Ary, menegaskan bahwa pemberdayaan merupakan kunci utama dalam transformasi ekonomi di tingkat akar rumput.


“Melalui program pemberdayaan, PNM mendampingi nasabah agar mampu mengelola usaha secara lebih mandiri. Kami percaya penguatan kapasitas dan ekosistem usaha akan menciptakan dampak sosial yang jauh lebih besar dalam jangka panjang,” jelas Dodot.


Melalui semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, PNM membuktikan bahwa pengembangan usaha subsisten memerlukan sinergi erat antara modal finansial dan intelektual. Perseroan berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis dalam mencetak pengusaha ultra mikro yang tangguh, mandiri, dan berkelanjutan di seluruh pelosok tanah air.