Notification

×

Iklan

Iklan

contoh-banner-di-tribunpasundan-1

News Ticker

Untuk kerjasama dan iklan di TribunPasundan.com , silahkan hubungi 0857-1857-1347

Garuda Spark Bandung Berhasil Kembangkan 10 Startup Lokal Melalui Kolaborasi Ekosistem Digital Global

Sabtu, 10 Januari 2026 | Januari 10, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-01-10T12:56:30Z


 

TRIBUNPASUNDAN.COM — Program Garuda Spark di Bandung mulai menunjukkan pencapaian signifikan dalam tiga bulan pertama pelaksanaannya. Inisiatif strategis Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) ini berhasil mengurasi dan mengembangkan 10 startup lokal melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan komunitas, akademisi, mitra global, serta pemerintah.


Program yang diluncurkan pada September 2025 tersebut dirancang sebagai ruang belajar dan pengembangan bisnis digital inklusif bagi masyarakat. Kehadirannya menjadi angin segar bagi pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis teknologi di Jawa Barat.


Akses Global dan Prestasi Talenta Muda


Ketua Yayasan Alkademi, Dyah R. Helmi, menilai Garuda Spark telah membuka akses pembelajaran digital yang sangat luas bagi warga Bandung, terutama generasi muda. Menurutnya, platform ini memfasilitasi mereka yang memiliki aspirasi untuk terjun langsung ke industri digital dunia.


“Dengan Garuda Spark, masyarakat bisa mempelajari bisnis digital dan ekosistem global kapan pun. Semua fasilitas terbuka dan tersedia secara gratis untuk warga Bandung,” ujar Helmi usai menghadiri acara Jabar Digital Ecosystem Report di Bandung, Senin (05/01/2026).


Kolaborasi ini juga memberikan dampak nyata terhadap penguatan talenta. Alkademi mencatat sebanyak 15.749 aplikasi berhasil dibuat oleh siswa SMK di Jawa Barat dalam satu rangkaian kegiatan, yang bahkan berhasil meraih pengakuan dari Guinness World Record.


Ruang Regenerasi di Tengah Tantangan Industri


Vice President Startup Bandung, Nur Islami Javad, menambahkan bahwa Garuda Spark berfungsi sebagai ruang temu yang efektif antara startup mapan dengan perintis usaha generasi baru. Di tengah tantangan industri yang dinamis sepanjang 2025, program ini dinilai mampu menjaga keberlangsungan regenerasi.


“Di komunitas kami terdapat 150 startup senior, dan dampaknya kini telah menjangkau lebih dari 2.500 anak muda yang mulai merintis usaha,” tutur Javad. Ia juga menyoroti kematangan budaya kolaborasi di Bandung, yang terlihat dari antusiasme peserta acara komunitas akhir tahun yang mencapai 12.000 peserta daring.


Komitmen Pemerintah dan Kemitraan Internasional


Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menegaskan bahwa Garuda Spark merupakan jawaban pemerintah atas kompleksitas tantangan di industri startup. Dalam pelaksanaannya di Bandung, program ini turut menggandeng mitra internasional bereputasi seperti National University of Singapore (NUS).


“Dalam tiga bulan berjalan, sudah ada 10 startup yang dibantu, dikurasi, dan dilahirkan melalui kerja sama antara Kemkomdigi, Startup Bandung, Alkademi, dan mitra internasional,” jelas Meutya.


Menurut Meutya, kekuatan utama Garuda Spark terletak pada pendekatan ekosistem yang mempertemukan startup, investor, komunitas, dan pemerintah dalam satu wadah kolaborasi. Ia menekankan bahwa startup lokal memerlukan ruang untuk saling belajar agar memiliki kepercayaan diri untuk bertahan dan tumbuh.


Pemerintah menjadikan Bandung sebagai rujukan nasional dalam pengembangan startup berbasis kolaborasi. Model inklusif dan berkelanjutan ini diharapkan dapat diimplementasikan di berbagai daerah lain di Indonesia untuk memperkuat ekonomi digital nasional.***