TRIBUNPASUNDAN.COM - PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM merupakan salah satu pilar penting dalam pemberdayaan ekonomi kerakyatan di Indonesia. Banyak masyarakat yang bertanya-tanya mengenai kapan lembaga keuangan ini pertama kali didirikan.
Kehadiran PNM sangat vital dalam menyediakan akses permodalan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang kerap kesulitan mendapatkan pembiayaan dari perbankan konvensional. Memahami sejarah pendiriannya membantu kita mengapresiasi perjalanan dan kontribusi PNM hingga saat ini.
Awal Mula Pendirian PNM: Tahun Krusial
PT Permodalan Nasional Madani (Persero) secara resmi didirikan pada tanggal 1 Juni 1999. Pendiriannya merupakan inisiatif pemerintah untuk mendorong pengembangan sektor UMKM pasca krisis moneter yang melanda Indonesia pada akhir tahun 1990-an.
Keputusan strategis ini diambil berdasarkan pada Keputusan Presiden RI No. 119 Tahun 1999. Lembaga ini dibentuk sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang berfokus pada jasa pembiayaan dan pengembangan kapasitas bagi pelaku UMKM.
Visi dan Misi Awal Pembentukan
Sejak awal berdirinya, PNM memiliki visi untuk menjadi lembaga yang unggul dalam memberdayakan UMKM melalui solusi permodalan dan pendampingan. Misi utamanya adalah membantu pelaku usaha kecil agar dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan.
Dengan demikian, PNM tidak hanya sekadar menyalurkan dana permodalan, tetapi juga berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas bisnis para nasabahnya. Hal ini dilakukan melalui berbagai pelatihan dan pendampingan manajemen usaha.
Peran dan Kontribusi PNM dalam Perekonomian Nasional
Selama lebih dari dua dekade, PNM telah membuktikan perannya yang signifikan dalam memajukan perekonomian Indonesia. Ribuan bahkan jutaan UMKM telah merasakan manfaat dari program-program pembiayaan yang ditawarkan.
Salah satu program unggulan PNM yang paling dikenal adalah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar). Program ini secara khusus menargetkan kelompok perempuan prasejahtera yang ingin memulai atau mengembangkan usaha mikro.
Transformasi Melalui Program Mekaar
Program Mekaar diluncurkan pada tahun 2015 dan menjadi tulang punggung bagi pertumbuhan PNM. Melalui Mekaar, PNM berhasil menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat yang sebelumnya tidak terakses layanan keuangan formal.
Model pembiayaan kelompok dengan sistem tanggung renteng telah terbukti efektif dalam meminimalkan risiko dan menumbuhkan rasa kebersamaan di antara para nasabah. Ini sekaligus menjadi sarana edukasi literasi keuangan yang kuat.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Kontribusi PNM tidak hanya terbatas pada aspek ekonomi, tetapi juga memiliki dampak sosial yang besar. Pemberdayaan perempuan melalui Mekaar, misalnya, telah meningkatkan kemandirian finansial dan kesejahteraan keluarga.
Hal ini secara tidak langsung berkontribusi pada penurunan angka kemiskinan dan peningkatan kualitas hidup di berbagai daerah di Indonesia. Keberadaan PNM memberikan harapan baru bagi jutaan keluarga.
Hingga saat ini, PNM terus berinovasi dan memperluas jangkauannya untuk melayani lebih banyak UMKM di seluruh pelosok negeri. Komitmen terhadap pemerataan akses permodalan dan peningkatan kapasitas usaha tetap menjadi prioritas utama.
Dengan dukungan teknologi dan strategi bisnis yang adaptif, PNM bertekad untuk terus menjadi agen perubahan yang mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. PT Permodalan Nasional Madani akan terus menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan Indonesia.

