![]() |
| SMK Ekonomika Depok Gandeng EWIC Malaysia |
TRIBUNPASUNDAN.COM, DEPOK — SMK Ekonomika Depok, yang berada di bawah naungan Yayasan GHAMA, secara resmi menjalin kerja sama strategis dengan East West International College (EWIC) Malaysia. Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada 5 Februari 2026, yang disusul dengan kunjungan langsung delegasi EWIC ke lingkungan sekolah di Kota Depok.
Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh CEO EWIC Malaysia, Prof. Dato' Dr. Hj. Abdul Murad, bersama Kepala SMK Ekonomika, Sayuty Rachman, S.TR. Par. Prosesi ini disaksikan langsung oleh Tokoh Pendidikan Kota Depok sekaligus Ketua Pembina Yayasan GHAMA, H. Acep Azhari, serta Chairman Depok Institute (DI), Solihin, S.E., M.Pd.
Dukungan Finansial dan Skema Work Based Learning
Dalam kunjungan tersebut, Prof. Dato' Murad menunjukkan keseriusan dengan menawarkan pinjaman biaya visa sebesar 3.000 Ringgit Malaysia per siswa untuk 10 orang pelajar SMK Ekonomika. Jika dikonversikan dengan nilai tukar saat ini, total pinjaman tersebut mencapai lebih dari Rp128.000.000,00.
Kerja sama ini mengusung program unggulan bertajuk "Work Based Learning", di mana mahasiswa akan menjalani sistem pembelajaran yang terdiri dari 70 persen praktik industri dan 30 persen akademik. Skema ini memungkinkan lulusan SMK Ekonomika melanjutkan studi jenjang D3 hingga S1 di Malaysia tanpa membebani keuangan orang tua, karena sebagian besar biaya pendidikan ditopang oleh penghasilan magang di hotel mitra bintang empat dan lima yang berafiliasi dengan EWIC.
Ketua Pembina Yayasan GHAMA, H. Acep Azhari (Jiacep), menyambut hangat kolaborasi ini dan menekankan pentingnya realisasi program pasca-MoU. "Kami mengedepankan tanggung jawab dan disiplin. Saya berharap kerja sama ini tidak berhenti di sini, tetapi kelak EWIC bersama Ghama Grup dapat membuka akademi atau kampus bersama di Depok," tegas Jiacep.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Depok Institute, Solihin, menilai program ini sebagai solusi atas hambatan biaya yang selama ini menjadi kendala bagi pelajar di Indonesia untuk menempuh pendidikan di tingkat global. Melalui skema ini, mahasiswa mendapatkan fasilitas berupa biaya pendidikan, tempat tinggal, konsumsi, transportasi, hingga seragam yang ditutup dari kegiatan magang profesional.
Profil EWIC Malaysia
East West International College (EWIC) merupakan perguruan tinggi perhotelan terkemuka di Malaysia. Saat ini, dari 150 mahasiswa asing di EWIC, sebanyak 100 orang berasal dari Indonesia, sementara sisanya berasal dari tujuh negara lainnya. EWIC menargetkan di masa depan, basis mahasiswa internasional mereka sepenuhnya berasal dari Indonesia melalui kemitraan strategis seperti yang dilakukan dengan grup pendidikan di Depok ini.***


